Powered By Blogger

Tuesday, April 19, 2011

PEMBUNUHAN BERANTAI OLEH “JACK THE RIPPER”.

Ditangkapnya Verry Idham Henyaksyah alias Ryan (30) di bulan Juli 2008 yang kelabu karena membunuh disertai mutilasi atas teman homonya (Heri Santoso, 40) serta diketemukannya 10 mayat korban pembunuhan Ryan lainnya yang dikubur di halaman rumah orang tuanya di Jombang (diperkirakan korban pembunuhan akan bertambah), mengingatkan kita kembali kepada “Jack The Ripper” (Jack Sang pencabik) pelaku pembunuhan berantai yang melegenda dari Inggris di abad ke 18.

Yang membuat kasusnya menjadi sangat terkenal adalah karena adanya suasana mistis yang meliputi kasus ini. Menciptakan gambaran munculnya seorang berjubah hitam dari kabut, mencabut nyawa korbannya dengan cepat lalu menghilang di kegelapan. Pola pembunuhannya sangat kejam dan brutal disertai mutilasi. Dan dia tak pernah tertangkap atau terungkap.

“Jack The Ripper” adalah nama samaran atau nama alias yang diberikan kepada seorang pembunuh berantai yang berkeliaran di sebuah kawasan miskin Whitechapel, London, Inggris di akhir tahun 1888. Nama tersebut berasal dari surat pengakuan yang diterima Central News Agency (NCA) dari seorang yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Surat tersebut dipublikasikan saat pembunuhan berantai masih berlangsung.

Keseluruhan korban pembunuhan “Jack The Ripper” berprofesi sebagai PSK wanita alias pelacur. Pembunuhan dilakukan di tempat umum atau semi umum pada malam hari atau menjelang pagi. ’’Jack The Ripper” membunuh korban-korbannya tanpa ampun. Setelah memotong leher korbannya, kemudian “Jack The Ripper” memutilasi mereka. Beberapa korban biasanya dijerat lehernya hingga tak berdaya.

Tubuh korban biasanya dibedah untuk diambil organ-organ dalamnya. Dalam hal ini, melihat keadaan korban, menimbulkan kesimpulan bahwa “The Ripper” memiliki ketertarikan atau terobsesi dengan organ manusia sehingga pelaku diduga adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang bedah karena sayatan-sayatan di tubuh korbannya sangat rapi yang hanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat-alat operasi kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus.

Tentang jumlah korban sering diperdebatkan. Dalam dokumentasi polisi saat itu, tercatat 11 korban dengan kemiripan perlakuan yang sama yang terjadi dalam kurun waktu 3 April 1988 sampai 13 Pebruari 1891 yang dikenal dengan julukan “Pembunuhan Whitechapel” (The Whitechapel Murders”). Akan tetapi hanya 5 korban yang benar-benar diakui secara resmi sebagai korban “Jack The Ripper” dan ini ia lakukan hanya dalam 3 bulan saja. Nama-nama ke 5 korban tersebut adalah :

1. Mary Ann Nichols (43), nama kecil Mary Ann Walker, nama panggilan “Polly. Lahir 26 Agustus 1845 dan dibunuh pada hari Jumat, 31 Agustus 1888. Mayatnya diketemukan sekitar jam 3.40 pagi tergeletak dibawah di depan pintu masuk kandang kuda di Buck’s Row (sekarang namanya Dunward Street), disebuah jalan dibelakang Whitechapel, sekitar 200 meter dari London Hospital. Terdapat luka dileher dan terdapat banyak luka tikaman pada bagain tubuh yang lain akibat benda tanjam, perutnya dibelah namun organ-organnya tak ada yang hilang.

2. Annie Chapman (47), nama kecil Eliza Ann Smith, nama panggilan “Dark Annie”. Lahir September 1841 dan dibunuh pada hari Sabtu 8 September 1888. Mayat Annie ditemukan sekitar jam 6 pagi tergeletak di bawah dekat pintu masuk belakang sebuah rumah di Hansbury Street No. 29, Spitalfields. Lehernya tersayat melintang, sebagian kulit perut disayat-sayat, tulang rusuk dipotong-potong, isi perut dan organ-organ dalam seperti jantung dikeluarkan dan diletakkan di bahu korban. Sebagian kemaluan dipotong dan uterusnya (peranakan) hilang. Diakhir hidupnya Annie dalam keadaan sakit-sakitan dan melarat.
Lokasi mayat Anie Chapman ditemukan.

3. Elizabeth Stride (44), nama kecil Elisabeth Gustafsdotter, nama panggilan “Long Liz”. Lahir di Swedia 27 Nopember 1843 dan dibunuh pada hari Minggu 30 September 1888. Mayatnya ditemukan menjelang jam 1 pagi, terbaring dibawah di Dutfield’s Yard, Berner Street (sekarang Henriques Street). Tewas berlumuran darah dengan bekas cekikan dileher, namun tak ada pembedahan (kemungkinan karena The Ripper mengalami gangguan).

4. Chaterine Eddowes (46), alias “Kate Conway” dan alias “Mary Ann Kelly”. Lahir 14 April 1842 dan dibunuh pada hari Sabtu 30 September 1888 di malam hari yang sama dengan malam pembunuhan Elizabeth Stride, kira-kira 1,6 km dari lokasi pembunuhan Elizabeth. Tubuhnya diketemukan tewas dalam keadaan berlumuran darah di Mitre Square , kota London. Ada bekas cekikan dileher, tubuhnya dibelah dari dada sampai selangkangan dan isi perutnya terburai keluar. Rahimnya yang terpotong dan ginjal kiri dikeluarkan, mukanya hancur dikuliti. Kelopak mata kanan dicungkil, hidung hampir putus. Salah satu telinga dan jantung hilang. Didekat lokasi pembunuhan polisi menemukan potongan celemek berlumuran darah milik korban dan pada dinding didekatnya terdapat tulisan kapur tulis putih berbunyi : “ The Juwis are The men That Will not be Blamed For nothing” (Yahudi adalah pihak yang tidak akan bisa disalahkan tanpa sebab). Dari sini polisi menduga bahwa pembunuhnya adalah seorang Yahudi.

5. Mary Jane Kelly (25), menyebutkan dirinya “Marie Jeanet Kelly” (sekembalinya dari perjalanan ke Paris), nama panggilan “Ginger”. Lahir tahun 1863 di kota Limerick atau Contry Limereick, Munster, Irlandia. Terbunuh pada hari Jumat 9 opember 1888. Mayat Mary dimutilasi dengan sangat mengerikan dan ditemukan lewat pukul 10.45 pagi tergeletak ditempat tidur di kamarnya dimana dia tinggal di Miller’s Court no.13, Dorset Strett, Spitalfields (lokasi ini sekarang menjadi jalan untuk perkantoran dan tempat parkir NPC). Pembunuhan terhadap Mary Jane Kelly adalah perbuatan The Ripper yang paling menghebohkan. Seluruh tubuh Kelly terpotong-potong dan organ-organ dalam tubuhnya beserakan di ruangan kamarnya.
Mayat Mary Jane Kelly yang berantakan.

Peta lokasi pembunuhan (lama dan baru).
Tanda lingkaran adalah lokasi dari pembunuhan : Durward Street (Mary Ann Nicols), Hanburry Street (Annie Chapman), Berner Street (Elizabeth Stride), Mitre Square (Catherine Eddowes), Dorset Street (May Jane Kelly).

SURAT-SURAT “JACK THE RIPPER”
Selama kurun waktu terjadinya teror pembunuhan oleh “The Ripper”, ratusan surat telah dikirim ke polisi dan koran-koran lokal yang mengaku berasal dari “The Ripper”. Beberapa ahli penyelidik menyatakan bahwa kesemuanya itu adalah palsu. Dan sebagian penyelidik lainnya percaya bahwa beberapa diantaranya adalah asli, khususnya surat “Dear Boss”, kartu pos “Saucy Jacky dan surat “From Hell) yang disajikan dibawah ini:

1. Surat “Dear Boss”
Pada tanggal 27 September 1888 Central News Agency menerima surat yang mengaku dari Jack The Ripper. Surat ini akhirnya dipercaya asli berasal dari sang pembunuh yang menghebohkan itu. Dalam surat ini The Ripper menyebutkan akan memotong telinga korban selanjutnya dan akan mengirimkannya ke polisi. Tiga hari kemudian (30 September 1888) terjadilah 2 pembunuhan, Elizabeth Stride dan Chaterine Eddowes. Sesuai dengan isi surat “Dear Boss” ternyata benar bahwa salah satu telinga Chaterine hilang terpotong, namun tak dikirim kepolisi. Hal inilah yang membuat polisi percaya bahwa surat “The Boss” adalah asli dari The Ripper. Dan surat inilah yang pertama kali menggunakan nama “Jack The Ripper”.

Isi surat:
Dear Boss,

I keep on hearing the police have caught me but they wont fix me just yet. I have laughed when they look so clever and talk about being on the right track. That joke about Leather Apron gave me real fits. I am down on whores and I shant quit ripping them till I do get buckled. Grand work the last job was. I gave the lady no time to squeal. How can they catch me now. I love my work and want to start again. You will soon hear of me with my funny little games. I saved some of the proper red stuff in a ginger beer bottle over the last job to write with but it went thick like glue and I cant use it. Red ink is fit enough I hope ha. ha. The next job I do I shall clip the ladys ears off and send to the police officers just for jolly wouldn’t you. Keep this letter back till I do a bit more work, then give it out straight. My knife’s so nice and sharp I want to get to work right away if I get a chance. Good Luck.
Yours truly
Jack the Ripper

Dont mind me giving the trade name
PS Wasnt good enough to post this before I got all the red ink off my hands curse it No luck yet. They say I’m a doctor now. ha ha

2. Kartu Pos “Saucy Jacky”
Surat ini diterima pada tanggal 1 Oktober 1888 oleh Central News Agency, sehari setelah kejadian 2 pembunuhan Elizabeth dan Chaterine. Tulisan tangan yang terdapat di surat ini sama dengan tulisan tangan yang ada di surat “Dear Boss” yang dikirim sebelumnya dan isinya saling berhubungan.
Surat ini diragukan keasliannya karena si penulis surat (atau siapa saja) dianggap sudah mengetahui 2 pembunuhan sehari sebelumnya itu serta telah mengetahui surat Dear Boss. Namun sebagian orang percaya itu asli, karena pada saat surat itu ditulis, kejadian 2 pembunuhan dan surat Dear Boss masih dirahasiakan, hanya yang berkompeten saja yang mengetahui.
Kartu pos “Saucy Jaccky,Sisi depan kartu pos

Isi surat:
I was not codding dear old Boss when I gave you the tip, you’ll hear about Saucy Jacky’s work tomorrow double event this time number one squealed a bit couldn’t finish straight off. ha not the time to get ears for police. thanks for keeping last letter back till I got to work again.

Jack the Ripper

3. Surat “From Hell”
Pada tanggal 16 Oktober 1888 George Lusk, presiden dari Whitechapel Vigilance Committee, menerima kardus kecil. Ketika dibuka ternyata berisi sebelah ginjal manusia yang telah direndam dalam alkohol dan sebuah surat yang diduga dari The Ripper (yang dikenal sebagai surat “From Hell” atau “Lusk Letter”). Namun surat ini tidak dibubuhi nama “Jack The Ripper”. Separuh ginjal yang dikirim ini sama dengan sebagian ginjal yang diangkat dari tubuh Chaterine Eddower.
George Lusk, presiden Whitechapel Vigilance Committee.
Surat “From Hell”.

Isi surat:
From hell.

Mr Lusk,
Sor
I send you half the Kidne I took from one woman and prasarved it for you tother piece I fried and ate it was very nise. I may send you the bloody knif that took it out if you only wate a whil longer-

signed
Catch me when you can Mishter Lusk

Tulisan “The Ripper” di tembok.
Setelah kejadian 2 pembunuhan di malam yang sama atas Elizabeth dan Chaterine, polisi kemudian menyusuri disekitar tempat kejadian dan menemukan sebuah potongan celemek penuh darah diruangan tangga sebuah rumah petak di Guolston Street. Potongan kain itu akhirnya diketahui milik Chaterine. Pada tembok didekatnya terdapat tulisan dari kapur tulis putih berbunyi : “The Juwes are The men That Will not be Blamed For nothing” (Yahudi adalah pihak yang tidak akan bisa disalahkan tanpa sebab). Tapi ada versi lain yang dilaporkan oleh polisi bahwa yang tertulis di tembok itu adalah : “The Juwes are not the men be blamed for nothing”.
Versi 1 : “The Juwes are The men That Will not be Blamed for nothing”

Versi 2 : “The Juwes are not the men be blamed for nothing”.

Identitas “Jack The Ripper” sampai hari ini masih merupakan misteri. Para spekulan memprediksi bahwa ia telah menyeberangi Laut Atlantik dan bermukim di AS setelah pembunuhan-pembunuhan tersebut.

No comments:

Post a Comment